Amerika
Serikat Dalam Perang Dunia II
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perang Dunia II, atau Perang Dunia
Kedua (biasa disingkat PDII) adalah konflik militer global yang terjadi pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945 yang melibatkan sebagian besar
negara di dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang dibagi menjadi dua
aliansi militer yang berlawanan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terbesar sepanjang sejarah
dengan lebih dari 100 juta personel. Dalam keadaan "perang total,"
pihak yang terlibat mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan
ilmiah untuk melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan
sumber-sumber militer. Lebih dari tujuh puluh juta orang, mayoritas warga
sipil, tewas. Hal ini menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling
mematikan dalam sejarah manusia.
Perang Dunia II juga merupakan
perang dunia di darat, laut, dan udara. Perang ini pecah karena Partai Sosialis
Nasional Jerman (Nazi) yang dipimpin Adolf Hitler makin berkuasa. Nazi ingin
melupakan kekalahan Jerman pada Perang Dunia 1. Atas bantuan Italia, dalam
setahun Jerman telah menduduki sebagian besar Eropa. Hanya Inggris yang melawan
mereka. Tahun 1941 Hitler menyerbu Uni Soviet. Tapi rakyat Soviet melawan
dengan gigih dan jutaan orang tewas. Di Pasifik, Jepang serta Jerman dan Italia
bergabung dalam Poros. Amerika Serikat (AS) terlibat dalam perang karena Jepang
membom pangkalan udara lautnya di Pearl Harbour, Hawaii. Maka AS, Uni Soviet,
dan Inggris membentuk sekutu.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang melatar belakangi
terjadinya PD II ?
2. Apa yang menyebabkan Amerika Serikat
terlibat dalam PD II ?
3. Jelaskan dampak yang diterima
Amerika Serikat akibat terlibat dalam PD II ?
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Latar Belakang Terjadinya Perang
Dunia II
Keadaan politik internasional
menjelang Perang Dunia II menyerupai keadaan tahun 1900-1914 sebelum Perang
Dunia I. Ada yang menyatakan bahwa Perang Dunia II merupakan lanjutan Perang
Dunia I. Perang Dunia I merupakan balasm dendam Perancis terhadap Jerman karena
dipermalukan dalam kekalahannya ketika kalah perang tahun 1870-1871. Selain itu
dalam masalah industri, Jerman juga bersaing dengan Inggris. Dengan
persaingan-persaingan itu maka terbentuklah persekutuan militer (aliansi). Ada
dua persekutuan, yakni Triple Alliantie yang kemudian dikenal
dengan “Blok Sentral” yang terdiri atas Jerman, Austria dan Italia. Sedangkan
Triple Entente yang kemudian disebut “Blok Sekutu” yang terdiri atas Perancis,
Inggris, Rusia dan lain-lain. Pada tanggal 1 Agustus 1914 Jerman mengumumkan
perang kepada Rusia dan disusul Perancis mengumumkan perang kepada Jerman
tanggal 3 Agustus 1914. Kemudian tanggal 4 Agustus Inggris mengumumkan perang
kepada Jerman. Selanjutnya berkecamuklah perang yang hampir melibatkan seluruh
dunia dikenal dengan Perang Dunia I. Perang ini berakhir dengan kekalahan
Jerman yang menyerah pada tanggal 11 November 1918. Sebagai pihak yang kalah,
Jerman harus membayar ganti rugi kepada Sekutu dengan dikuatkan dalam
Perjanjian Versailles pada tahun 1919. Kekalahan Jerman dengan telak ini
memberi kesempatan kepada Adolf Hitler membangkitkan bangsanya untuk
melakukan balas dendam kepada Perancis. Adolf Hitler mengembangkan fasisme dan
kemudian memulai Perang Dunia II dengan menyerbu Polandia pada tanggal di kota
Danzig pada tanggal 1 September 1939. Peristiwa itulah yang menjadi sebab
langsung terjadinya Perang Dunia II. Sebab-Sebab Umum Terjadinya Perang Dunia
II ada dua yaitu :
A. Penyebab umum terjadinya Perang Dunia II
Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menciptakan
perdamaian dunia. LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi menjadi
alat politik negara- negara besar untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat
berbuat apa-apa ketika negara-negara besar berbuat semaunya, misalnya pada
tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia. Negara maju saling
berlomba memperkuat militer dan persenjataannya. Dengan kegagalan LBB tersebut,
dunia Barat terutama Jerman dan Italia mencurigai komunisme Rusia, tetapi kemudian
Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman. Oleh karena
saling mencurigai akhirnya negara- negara tersebut memperkuat militer dan
pesenjataannya. Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi. Adanya
pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme. Adanya politik balas
dendam (“Revanche Idea”) Jerman terhadap Perancis, karena Jerman
merasa dihina dengan Perjanjian Versailles.
B. Sebab Khusus Terjadinya Perang Dunia II
Di Eropa, sebab khusus terjadinya
Perang Dunia II adalah serbuan Jerman ke Kota Danzig, Polandia pada tanggal 1
September 1939. Polandia merupakan negara di bawah pengawasan Liga
Bangsa-Bangsa. Hitler menuntut Danzig karena penduduknya adalah bangsa Jerman,
tetapi Polandia menolak tuntutan itu. Pada tanggal 3 September 1939
negara-negara pendukung LBB terutama Inggris dan Perancis mengumumkan perang
kepada Jerman, kemudian diikuti sekutu-sekutunya. Perang Dunia di Pasifik
disebabkan oleh serbuan Jepang terhadap Pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika
di Pearl Harbour, Hawai (7 Desember 1941).
2. Penyebab Amerika Serikat Terlibat Dalam Perang Dunia II
Pengeboman Pearl Harbour oleh
Jepang, pada tanggal 8 desember 1941 telah membawa Amerika kepada perang dunia
ke II di daerah pasifik. Pengeboman ini dilakukan. kala itu angkatan laut
Jepang menyerang markas AL Amerika secara tiba-tiba di Hawai. Dampak serangan
ini rusak dan tenggelamnya kurang lebih 20 buah kapal tempur Amerika, 188
pesawat terbang rusak dan 2.403 korban jiwa. Dipihak Jepang hanya kehilangan 55
buah pesawat tempur dari 441 pesawat yang dipakai.
Pada 26 November 1941 angkatan yang
terdiri atas enam kapal induk diperintah oleh wakil laksamana Chaichi Naguma.
Jepang meninggalkan Teluk Hitokappu di Kepulauan Kuril dan meuju Pearl Habour
tanpa melakukan hubungan radio langsung. Pada tanggal 7 Desember 1941, kapal
terbang angkatan tersebut mengebom semua pangkalan militer Amerika Serikat di
Kepulauan Hawai. Hampir semua kapal terbang Amerika Serikat dimusnahkan di atas
tanah, hanya beberapa pejuang berhasil lolos dan bertempur. 12 kapal perang dan
kapal lain ditenggelamkan atau rusak, 188 kapal terbang dimusnahkan, 155 telah
rusak dan 2.403 orang Amerika kehilangan nyawanya. Kapal perang SS Arizona
diledakkan dan tenggelam menyebabkan 1.100 orang kehilangan nyawa.
Tembakan Amerika pertama dilepaskan
pada perang dunia II dan korban pertama serangan Pearl Habor sebenarnya terjadi
saat USS Ward menyerang dan meneggelamkan kapal selam kerdil Jepang. Kapal
induk Jepang yang terlibat dalam serangan tersebut adalah : Akagi, Hiryu, Kaga,
Shokaku, Shoryu, Zuikoku semuanya memiliki sejumlah 441 kapal terbang, termasuk
pejuang, pengebom-torpedo, pengebom penyelam dan Fighter-bombers. Dari semuanya
29 musnah dalam pertempuran. Kapal terbang menyerang dalam dua gelombang dan
Nagumo memutuskan untuk membatalkan serangan ketiga untuk mundur.
Strategi yang digunakan angkatan Jepang berlayar ke arah Pearl Harbour tanpa pemberitahuan sampai saat-saat terakhir. Tujuan serangan Pearl Habour adalah melumpuhkan Angkatan Laut Amerika di Pasifik, walaupun untuk sementara. Jepang telah terlibat dalam perperangan dengan Cina selama beberapa tahun dan telah merampas Manchuria beberapa tahun sebelumnya. Rancangan untuk serangan Pearl Harbor untuk menyokong kelanjuta ketentaraan lanjut bermulai padda jaanuari 1941, dan latihan untuk misi berlangsung pada pertengahan tahun saat proyek ini dianggap layak.
Strategi yang digunakan angkatan Jepang berlayar ke arah Pearl Harbour tanpa pemberitahuan sampai saat-saat terakhir. Tujuan serangan Pearl Habour adalah melumpuhkan Angkatan Laut Amerika di Pasifik, walaupun untuk sementara. Jepang telah terlibat dalam perperangan dengan Cina selama beberapa tahun dan telah merampas Manchuria beberapa tahun sebelumnya. Rancangan untuk serangan Pearl Harbor untuk menyokong kelanjuta ketentaraan lanjut bermulai padda jaanuari 1941, dan latihan untuk misi berlangsung pada pertengahan tahun saat proyek ini dianggap layak.
Sebagian dari rancangan Jepang untuk
serangan ini termasuk memutuskan perundingan dengan Amerika sebelum serangan
tersebut. Duta dari kedutaan Jepang di Washington, termasuk wakil istimewa
Kurusu Saburu telah mengadakan perbincangan lanjut dengan departemen negara
mengenai reaksi Amerika terhadap pergerakan Jepang ke Indo-cina pada musim
panas. Serangan ke atas Pearl Harbor merupakan malapetaka strategis bagi
Jepang. Salah satu tujuan Jepang adalah untuk memusnahkan tiga kaapal induk
Amerika yang diletakan di Pasifik, tetapi tiada ketika serangan terjadi
Enterprise dalam perjalanan pulang, Lexington telah berlayar keluar beberapa hari
sebelumnya,dan saratoga berada di San Diego selepas pengubah-suaian di Galangan
angkatan laut Puget sound.
Presiden F.D Roosevelt menandatangani Deklarasi perang terhadap Jepang pada hari berikutnya selepas serangan. Kemungkinan yang paling penting, serangan Peearl Haarbor bertindak sebagai katalisator yang menggerakkan sebuah negara untuk bertindak serta merta yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh perkara lain. Dalam waktu semalam saja, ia menyatukan seluruh Amerika dengan tujuan berperang dan memenagkan peperangan dengan Jepang, dan kemungkinan mendorong kedudukan penyerahan tanpa syarat yang ditekankan oleh pihak sekutu.
Presiden F.D Roosevelt menandatangani Deklarasi perang terhadap Jepang pada hari berikutnya selepas serangan. Kemungkinan yang paling penting, serangan Peearl Haarbor bertindak sebagai katalisator yang menggerakkan sebuah negara untuk bertindak serta merta yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh perkara lain. Dalam waktu semalam saja, ia menyatukan seluruh Amerika dengan tujuan berperang dan memenagkan peperangan dengan Jepang, dan kemungkinan mendorong kedudukan penyerahan tanpa syarat yang ditekankan oleh pihak sekutu.
Pada tanggal 8 Desember 1941 Kongres
Amerika serikat menyatakan perang atas Jepang. Pemerintah Amerika serikat
meneruskan pengerahan tentara dan mulai beralih kepada ekonomi perang.
Permasalahan tekhnis adalah kenapa Jerman Nazi menyatakan perang atas AS pada
11 Desember 1941 sejurus selepas serangan Jepang. Hitler tidak perlu
melakukannya di bawah syarat blok poros, tetapi tetap melakukannya. Ini pasti
menggandakan kemarahan penduduk Amerika dan membenarkan Amerika untuk
memberikan bantuannya kepada Britania Raya. Meskipun berhasil menenggelamkan
kapal induk Amerika, tidak membantu Jepang dalam jangka panjang. Karena
serangan tersebut membuat Amerika terlibat penuh dalam perang dunia Ke II,
mendorong kekalahan blok poros sedunia.saat mendengar bahwa serangan Jepang
atas Pearl Harbour akhirnya telah melibatkan pihak Amerika dalam perang dunia
ke II.
3. Dampak Terlibatnya Amerika Serikat Ke Dalam Perang II
1. BIDANG POLITIK
Kemenangan pihak sekutu (Inggris, Perancis, Amerika Serikat,
dan Uni Soviet) dalam mengakhiri Perang Dunia II tidak terlepas dari peran
Amerika Serikat dalam memberikan bantuan (perlengkapan, tentara,dan persenjataan)
yang mampu mempercepat berakhirnya perang dengan kemenangan di tangan Sekutu.
Perang Dunia II telah menghancurkan hegemoni negara-negara besar seperti
Inggris, Perancis, Spanyol, dan Portugis yang sudah berabad-abad memegang
kendali kekuasaan di berbagai belahan dunia.
Muncul masalah baru yaitu adanya pertentangan kepentingan
dan persaingan perebutan hegemoni antara negara anggota sekutu dalam usaha
untuk menjadi negara yang paling berpengaruh dan berkuasa di dunia hingga
melahirkan dua negara adikuasa (kekuatan raksasa) yaitu Amerika Serikat (kuat
secara material) dan Uni Soviet (kuat secara psikologis) yang mengambil alih
hegemoni tersebut. Uni Soviet dan Amerika Serikat saling berlomba menanamkan
penagruhnya pada negra lain dengan berbagai cara sehinga dampaknya
negara-negara di dunia terbagi menjadi 2 dimana negara-negara Eropa Timur,
Jerman Timur dan beberapa negara Asia seperti Cina, Korea Utara, Kamboja, Laos
dan Vietnam berada dibawah pengaruh Uni Soviet yang selanjutnya dikenal dengan
Blok Timur. Sementara negara-negara Eropa Barat dan banyak negara di Asia,
Afrika, dan Amerika Latin berada dibawah kekuasaan Amerika Serikat yang
selanjutnya dikenal dengan Blok Barat.
Kedua negara adikuasa tersebut memiliki ideologi yang
berlawanan dimana Amerika Serikat dengan ideologi Liberalis-Kapitalis (paham
yang mengutamakan kemerdekaan individu sebagai pangkal dari kebaikan hidup)
sementara Uni Soviet dengan ideologi Sosialis-Komunis(paham yang menghendaki
suatu masyarakat disusun secara kolektif agar menjadi masyarakat yang bahagia).
Sistem politik dan ekonomi internasional mengalami polarisasi yaitu liberalisme
versus sosialisme-komunisme .
Munculnya politik memecah belah dimana terjadi perpecahan dari berbagai negara sebagai dampak dari persaingan pengaruh dua negara adikuasa tersebut, seperti negara Jerman, Korea, dan Vietnam(Indo Cina) berdasarkan ideologi liberal dan sosialis-komunis.
Munculnya politik memecah belah dimana terjadi perpecahan dari berbagai negara sebagai dampak dari persaingan pengaruh dua negara adikuasa tersebut, seperti negara Jerman, Korea, dan Vietnam(Indo Cina) berdasarkan ideologi liberal dan sosialis-komunis.
Dibentuklah pakta pertahanan untuk saling mengimbangi
kekuatan lawan dimana Amerika Serikat membentuk NATO (North Atlantic Treaty
Organization) atau Organisasi Pertahanan Atlantik Utara sementara Uni Soviet
membentuk Pakta Warsawa(1955) dengan anggota Uni Soviet, Albania, Bulgaria,
Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia, dan Rumania. Berdirinya pakta
pertahanan memunculkan rasa saling curiga dan perlombaan persenjatan antara
kedua belah pihak sehingga menimbulkan Perang Dingin. Munculnya negara-negara
baru dan merdeka di Asia-Afrika yang merupakan bekas jajahan bangsa barat
seperti Indonesia, India, Pakistan, Srilanka, dan Filipina. (dampak positif)
2. BIDANG EKONOMI
Perekonomian dunia terbagi atas sistem ekonomi liberal,
sistem ekonomi terpusat pada negara, dan sistem ekonomi campuran. Dimana sistem
ekonomi liberal berlaku di negara-negara kapitalis. Sistem ekonomi terpusat
pada negara berlaku di negara-negara komunis. Dan sistem ekonomi campuran
berlaku di negara-negara yang baru merdeka.
Sistem ekonomi kapitalis diterapkan di Eropa Barat dan
Amerika Serikat mempraktekkan konsep negara sejahtera (welfare state) sehingga
menyediakan dana sosial yang besar untuk mensubsidi kesehatan, pendidikan,
pensiunan, dan dana sosial lainnya bagi masyarakat. Amerika Serikat
memanfaatkan keadaan dimana banyak negara yang membutuhkan bantuan ekonomi
untuk memperbaiki negaranya (dengan menanamkan pengaruhnya) jika tidak maka
negara-negara tersebut akan masuk dalam pengaruh kekuasaan ideologi komunis Uni
Soviet. Maka Amerika tampil sebagai negara kreditor bagi negara-negara di luar
pengaruh Uni Soviet. Dengan bantuan tersebut selanjutnya mampu membuat
kedudukan Amerika menjadi kuat sebab ia berhasil menciptakan ketergantungan
negara peminjam pada Amerika. Amerika Serikat akhirnya mengeluarkan beberapa
program untuk membangun kembali perekonomian dunia, seperti:
a. Marshall Plan merupakan program untuk membantu perekonomian negara-negara Eropa Barat. Program ini disetujui dalam konfrensi Paris 1947 dan pemberian bantuan ini diakhiri pada tahun 1951. Sebuah negara dapat memperoleh bantuan ini dengan memenuhi kesepakatan sebagai berikut.
a. Marshall Plan merupakan program untuk membantu perekonomian negara-negara Eropa Barat. Program ini disetujui dalam konfrensi Paris 1947 dan pemberian bantuan ini diakhiri pada tahun 1951. Sebuah negara dapat memperoleh bantuan ini dengan memenuhi kesepakatan sebagai berikut.
1)
Amerika Serikat akan memberikan pinjaman jangka panjang kepada negara-negara
Eropa Barat untuk membangun kembali perekonomiannya.
2)
Sebagai imbalan negara peminjam diwajibkan :
~
Berusaha menstabilkan keuangan masing-masing negara dan melaksanakan anggaran
pendapatan yang berimbang.
~
Mengurangi penghalang-penghalang yang menghambat kelancaran perdagangan antara
negara-negara peminjam.
~
Mencegah terjadinya inflasi.
~
Menempatkan perekonomian negara masing-masing negara atas dasar sendi-sendi perekonomian
yang sehat.
~
Memberikan bahan-bahan yang diperlukan Amerika Serikat untuk kepentingan
pertahanan.
~ Meningkatkan persenjataan masing-masing negara untuk kepentingan pertahanan.
~ Meningkatkan persenjataan masing-masing negara untuk kepentingan pertahanan.
3)
Bantuan akan dihentikan apabila di negara peminjam terjadi pergantian kekuasaan
yang mengakibatkan negara tersebut melaksanakan paham komunis.
Dengan Marshall Plan maka tertanamlah dasar-dasar
terbentuknya kerjasama yang erat antara negara-negara Eropa Barat dalam
pembangunan perekonomiannya. Sejak tahun 1951 maka Amerika Serikat lebih
mengutamakan konsolidasi pertahanan terhadap kemungkinan meluasnya paham
komunis.
b.
Doctrine Truman merupakan kebijakan untuk membantu secara khusus negara Yunani
dan Turki dengan maksud membendung kedua negara tersebut dari pengaruh komunis
dan Uni Soviet serta memerangi pemberontakan yang dilancarkan
gerilyawan-gerilyawan komunis dalam negeri.
c.
Point Four Program merupakan program bantuan dalam bentuk perlengkapan ekonomi
kepada negara-negara berkembang. Serta bantuan militer yang diberikan pada
negara-negara berkembang khususnya Asia.
d.
Colombo Plan merupakan program kerjasama bagi pembangunan ekonomi di Asia
Selatan dan Asia Tenggara. Program yang dicetuskan di Colombo 1951 dengan
peserta pertama negara-negara persemakmuran Inggris yang selanjutnya diikuti
Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
Pada tahun 1957 terbentuklah kerjasama dalam bidang
perdagangan antara 7 negara Eropa Barat (Perancis, Italia, Jerman Barat,
Belgia, Belanda, Luksemburg, dan Denmark) dengan nama Pasar Bersama Eropa (PBE)
Inggris memprakarsai berdirinya daerah perdagangan bebas Eropa yang meliputi 5
negara (Inggris, Norwegia, Swedia, Swiss, dan Austria).
Negara-negara di Eropa Timur yang tidak mendapatkan bantuan
Marshall Plan karena berhaluan komunis sehingga dampaknya pembangunan ekonomi
di Eropa Timur tidak secepat pembangunan ekonomi di Eropa Barat sebab seluruh
aktivitas perekonomian diatur dan dikuasai oleh negara (berpusat pada
pemerintah). Seluruh industri dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah,
pertanian diatur menurut pola pertanian pemerintah dimana hanya sebagian kecil
tanah pertanian yang boleh dimiliki secara pribadi.
Negara-negara Eropa Timur membangun perekonomian dengan pola
Uni Soviet dan prinsip ekonomi komunisme, yaitu melaksanakan pembangunan
perekonomian jangka pendek yang dilanjutkan dengan program jangka panjang.
Perkembangan ekonomi negara yang berada di luar Eropa juga mengalami kemerosotan sebab sistem perekonomian mereka sebelum Perang Dunia II terjadi lebih banyak tergantung pada negara-negara Eropa yang memiliki jajahan di Asia, Afrika, dan Amerika. Setelah Perang Dunia II hubungan antara negara-negara Eropa dengan negara jajahan menjadi terputus.
Perkembangan ekonomi negara yang berada di luar Eropa juga mengalami kemerosotan sebab sistem perekonomian mereka sebelum Perang Dunia II terjadi lebih banyak tergantung pada negara-negara Eropa yang memiliki jajahan di Asia, Afrika, dan Amerika. Setelah Perang Dunia II hubungan antara negara-negara Eropa dengan negara jajahan menjadi terputus.
Negara-negara jajahan melepaskan diri dan menjadi negara
merdeka serta berusaha membangun perekonomiannya sendiri atau dengan bantuan
negara lain sehingga tidak dapat membangun perekonomiannya dengan cepat.
Negara-negara di luar Eropa terjerat utang untuk membangun perekonomian sehingga perkembangan perekonomiannya tidak secepat negara-negara Eropa Barat.
Jerman dan Jepang tumbuh kembali sebagai negara industri, setelah memperoleh bantuan modal dari Amerika Serikat.
Negara-negara di luar Eropa terjerat utang untuk membangun perekonomian sehingga perkembangan perekonomiannya tidak secepat negara-negara Eropa Barat.
Jerman dan Jepang tumbuh kembali sebagai negara industri, setelah memperoleh bantuan modal dari Amerika Serikat.
Di bentuklah 2 badan ekonomi dunia sebagai perwujudan
perkembangan sistem ekonomi kapitalis yaitu IMF (International Monetary Fund)
dan Bank Dunia (World Bank). Tugas kedua badan tersebut adalah memberi dan
menyalurkan bantuan keuangan kepada negara agar dapat melakukan rekonstruksi
dan pembangunan ekonomi negaranya.
3
BIDANG SOSIAL
Semakin kuatnya kedudukan golongan cerdik pandai (para
ilmuwan)
Munculnya gerakan sosial untuk membantu memulihkan kesejahteraan rakyat yang porak-poranda akibat perang dengan mendirikan lembaga internasional untuk memelihara perdamaian dunia. Hal ini terwujud dengan berdirinya Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations).
Munculnya gerakan sosial untuk membantu memulihkan kesejahteraan rakyat yang porak-poranda akibat perang dengan mendirikan lembaga internasional untuk memelihara perdamaian dunia. Hal ini terwujud dengan berdirinya Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations).
Amerika Serikat membentuk badan guna menghindari jatuhnya
korban lebih banyak dengan nama United Nations Relief Rehabilitation
Administration (UNRRA). Tugas pokok badan ini adalah meringankan penderitaan
dan memulihkan daya produksi rakyat yang tinggal di daerah bekas pendudukan
Jerman. Bantuan yang diberikan berupa makanan, pakaian, bibit tanaman, hewan
ternak, alat-alat perindustrian, dan rumah sakit. UNRRA (satu bagian dari PBB)
dibubarkan sebab tugas untuk memberikan bantuan pembangunan kembali negara
Eropa telah dilaksanakan oleh European Reconstructions Plan atau yang dikenal
dengan Marshall Plan.
DAFTAR PUSTAKA