Ruang Sejarah/laboratorium
Pengertian
Widja
(1989: 70) menyebutnya dengan "Ruang Sejarah", yaitu suatu ruangan
khusus yang merupakan tempat peragaan dan pemantapan pelajaran sejarah. Tempat
ini bukan sekedar berfungsi memperagakan benda-benda sejarah, namun lebih dari
itu adalah tempat pemantapan pelajaran sejarah, sebab di situ termasuk juga
kegiatan-kegiatan yang memungkinkan murid menghayati arti sejarah secara lebih
mendalam.
Laboratorium
adalah suatu tempat dilakukannya percobaan dan penelitian. Tempat ini dapat
merupakan ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka. Laboratorium adalah
suatu ruangan yang tertutup di mana percobaan eksperimen dan penelitian
dilakukan (Depdikbud : 1995, 2003).
Laboratorium
adalah tempat belajar mengajar melalui metode pratikum yang dapat menghasilkan
pengalaman belajar di mana siswa berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan
untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan dapat
membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.
Laboratorium
(disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun
pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan
dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali (Anonim, 2007).
Sementara menurut Emha (2002), laboratorium diartikan sebagai suatu tempat
untuk mengadakan percobaan, penyelidikan, dan sebagainya yang berhubungan
dengan ilmu fisika, kimia, dan biologi atau bidang ilmu lain.
Pengertian
lain menurut Sukarso (2005), laboratorium ialah suatu tempat dimana dilakukan
kegiatan kerja untuk mernghasilkan sesuatu. Tempat ini dapat merupakan suatu
ruangan tertutup, kamar, atau ruangan terbuka, misalnya kebun dan lain-lain.
Berdasarkan definisi tersebut,
laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan
maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan kimia atau
bidang ilmu lain, yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan
terbuka seperti kebun dan lain-lain.
Pemaanfaatan
Menurut
Sukarso (2005), secara garis besar fungsi laboratorium dalam proses pendidikan
adalah sebagai berikut:
1.
Sebagai tempat untuk berlatih mengembangkan keterampilan intelektual melalui
kegiatan pengamatan, pencatatan dan pengkaji gejala-gejala alam.
2.
Mengembangkan keterampilan motorik siswa. Siswa akan bertambah keterampilannya
dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia untuk mencari dan menemukan
kebenaran.
3.
Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah dari
sesuatu objek dalam lingkungn alam dan sosial.
4.
Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang calon
ilmuan.
5.
Membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau
penemuan yang diperolehnya.
Kelebihan dan Kekurangan
·
Kelebihan :
1.
Melibatkan siswa secara langsung dalam mengamati suatu proses.
2.
Siswa dapat menyakini akan misalnya, karena langsung mendengar , melihat,
meraba dan mencium yang sedang dipelajari.
3.
Siswa cenderung tertarik pada objek nyata di dalam sekitarnya.
4.
Membangkitkan rasa ingin tahu, memperkaya pengalaman keterampilan kerja dan
pengembangan ilmiah.
·
Kelemahan :
Media ruang sejarah ini memiliki kelemahan antara lain
:
1. Memerlukan dana
yang tinggi
2. Terkadang dipandang belum perlu.
Hal ini berkaitan dengan penilaian umum terhadap mata pelajaran sejarah, yang
tidak lebih dari pelajaran yang hanya menghafalkan fakta-fakta mati dan
lepas-lepas, seperti namanama raja dan angka-angka tahun.
3. Guru harus
benar-benar mampu menguasai materi dan keterampilan.
4. Tidak semua
mata pelajaran dipraktekkan dan tidak semua diajarkan dengan metode praktek
5. alat dan
bahan-bahan mahal harganya, dapat menghambat untuk melakukan praktek.
Pengertian diakronis, sinkronis dan kronologi
Menurut Galtung, sejarah adalah ilmu diakronis berasal dari kata
diachronich; ( dia dalam bahasa latin artinya melalui/ melampaui dan chronicus
artinya waktu ). Diakronis artinya memanjang dalam waktu tetapi
terbatas dalam ruang.
Sinkronis artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu.
Kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu
terjadinya. Kronologi dalam peristiwa sejarah dapat membantu merekonstruksi
kembali suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu secara tepat, selain itu dapat
juga membantu untuk membandingkan kejadian sejarah dalam waktu yang sama di
tempat berbeda yang terkait peristiwanya.
Cara
berfikir diakronik dalam mempelajari sejarah
Sejarah itu diakronis maksudnya memanjang
dalam waktu, sedangkan ilmu-ilmu sosial itu sinkronis maksudnya melebar dalam
ruang. Sejarah mementingkan proses, sejarah akan membicarakan satu
peristiwa tertentu dengan tempat tertentu, dari waktu A sampai waktu B.
Contoh:
1. Perkembangan Sarekat Islam di Solo, 1911-1920
2. Terjadinya Perang Diponegaro, 1925-1930
3. Revolusi Fisik di Indonesia, 1945-1949
4. Gerakan Zionisme 1897-1948
Cara berfikir sinkronik dalam
mempelajari sejarah
Sedangkan ilmu sosial itu sinkronik (menekankan struktur) artinya ilmu
sosial meluas dalam ruang. Pendekatan sinkronis menganalisa sesuatu tertentu pada saat tertentu,
titik tetap pada waktunya. Ini tidak berusaha untuk membuat kesimpulan
tentang perkembangan peristiwa yang berkontribusi pada kondisi saat ini, tetapi
hanya menganalisis suatu kondisi seperti itu.
Contoh: satu mungkin menggunakan
pendekatan sinkronis untuk menggambarkan keadaan ekonomi di Indonesia
pada suatu waktu tertentu, menganalisis struktur dan fungsi ekonomi hanya pada
keadaan tertentu dan pada di saat itu.
Kedua ilmu ini saling berhubungan ( ilmu sejarah dan ilmu – ilmu sosial ). Kita ingin mencatat bahwa
ada persilangan antara sejarah yang diakronis dan ilmu sosial lain yang
sinkronis Artinya ada kalanya sejarah menggunakan ilmu sosial, dan sebaliknya,
ilmu sosial menggunakan sejarah Ilmu diakronis bercampur dengan sinkronis
Contoh:
- Peranan
militer dalam politik,1945-1999 ( yang
ditulis seorang ahli ilmu politik )
- Elit Agama
dan Politik 1945- 2003 (yang
ditulis ahli sosiologi )
Konsep Ruang
Ruang adalah konsep yang paling melekat dengan waktu.
Ruang merupakan tempat terjadinya
berbagai peristiwa – peristiwa sejarah dalam perjalanan waktu.
Penelaahan suatu
peristiwa berdasarkan dimensi waktunya tidak dapat terlepaskan dari ruang waktu
terjadinya peristiwa tersebut.
Jika waktu menitik
beratkan pada aspek kapan peristiwa itu terjadi, maka konsep ruang
menitikberatkan pada aspek tempat, dimana peristiwa itu terjadi.
Konsep waktu
Masa lampau itu sendiri
merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Tetapi, masa lampau bukan merupakan
suatu masa yang final, terhenti, dan tertutup.
Masa lampau itu bersifat
terbuka dan berkesinambungan. Sehingga, dalam sejarah, masa lampau manusia
bukan demi masa lampau itu sendiri dan dilupakan begitu saja, sebab sejarah itu
berkesinambungan apa yang terjadi dimasa lampau dapat dijadikan gambaran bagi
kita untuk bertindak dimasa sekarang dan untuk mencapai kehidupan yang lebih
baik di masa mendatang.
Sejarah dapat digunakan sebagai modal bertindak di masa kini dan menjadi
acuan untuk perencanaan masa yang akan dat
Keterkaitan konsep ruang dan waktu dalam sejarah
1. Konsep ruang dan waktu merupakan unsur penting yang
tidak dapat dipisahkan dalam suatu peristiwa dan perubahannya dalam kehidupan
manusia sebagai subyek atau pelaku sejarah
2. Segala aktivitas manusia pasti berlangsung bersamaan dengan tempat
dan waktu kejadian.
3. Manusia selama hidupnya tidak bisa dilepaskan dari unsur tempat
dan waktu karena perjalanan manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri
pada suatu tempat dimana manusia hidup (beraktivitas).
A.
Kronologi dan periodisasi dalam sejarah
Kronologi dan periodisasi merupakan hal yang sangat penting dalam sejarah.
Dengan periodisasi sejarawan dapat lebih fokus pada penelitian sejarah. Hasil
penelitiannya juga akan lebih sempurna. Kesempurnaan ini juga akan lebih
lengkap jika hasil penelitian sejarah di susun secara kronologis dimana urutan
waktu terjadi peristiwa sejarah tersebut dapat dilihat dengan baik.
a. Kronologi dalam sejarah
Dalam mempelajari dan menyusun peristiwa sejarah akan selalu terkait dengan
waktu. Waktu adalah sesuatu yang selalu bergerak dari masa lalu masa kini dan
masa yang akan datang. Peristiwa-peristiwa tersebut harus brgerak sehingga
melahirkan peristiwa baru yang saling terkait dan tidak pernah berhenti. Upaya
yang dilakukan para sejarawan untuk menyusun peristiwa sejarah secara teratur
menrut urutan waktunya disebut kronologi sejarah.
Hal yang membedakan antara kronologi dan periodisasi hanyalah dalam batasan
waktunya. Periodisasi mengatur pembagian atau pembabakan peristiwa masa lampau
dengan batasan waktu yang terbatas.
Dalam kenyataan sejarah yang sebenarnya, tidak di kenal adanya kronologi
ataupun periodisasi sejarah. Karena pada hakikatnya peristiwa saling
berkesinambungan antara yang satu dengan yang lainnya dan tidak akan terputus
dalam satu periodisasi. Tujuan periodisasi dan kronologi dalam penulisan
sejarah bertujuan untuk mempermudah dalam mempelajari sejarah.
Istilah kronologi di artikan dan dipahami sebagai urutan peristiwa yang
disusun berdasarkan terjadinya. Kronologi berasal dari bahasa yunani yaitu chronos
berarti waktu dan logos berarti ilmu atau pengetahuan. Secara
harfiah berarti ilmu tentang waktu.
Dalam sejarah kronologi adalah ilmu untuk menentukan waktu terjadinya suatu
peristiwa dan tempat peristiwa tersebut secara tepat berdasarkan urutan waktu.
Tujuan kronologi adalah menghindari anakronisme atau kerancuan waktu sejarah.
Dengan memahami konsep kronologi kita juga dapat melihat kaiatan-kaitan
peristiwa yang terjadi di masa lalu dan direkonstruksi kembali secara tepat
berdasarkan urutan waktu terjadinya. Berkat bantuan konsep kronologi kita juga
dapat melihat kaitan peristiwa sejarah yang terjadi di belahan bumi yang lain.
Kronologi merupakan ilmu dasar yang sangat penting dalam ilmu sejarah karena
konsep ini menggambarkan proses sejarah. Misalnya bulan, hari tahun terjadinya
suatu peristiwa penting. Catatan tahun terjadinya suatu peristiwa sejarah biasa
di sebut kronik.
Cara terbaik dalam menunjukan suatu peristiwa secara kronologi adalah
dengan menggunakan garis waktu. Garis waktu tersebut menjajarkan peristiwa yang
terjadi di masa lalu urut berdasarkan waktu terjadinya. Mengenai tentang waktu
yang di pakai tergantung ruang lingkup peristiwa yang akan di paparkan. Ada
beberapa ukuran waktu atau sistem penanggalan misalnya masehi isalam dan cina
tradisional.
Sebagai bangsa yang besar bangsa indonesia mempunyai perjalanan sejarah
yang panjang. Kronologi sejarah indonesia di mulai pada zaman prasejarah yang
terdiri dari zaman batu dan logam. Zaman batu terdiri dari palaeolithikum atau
zaman batu tua, mesolithikum atau zaman batu tengah, neolithikum atau zaman
batu muda dan megalithikum atau zaman batu besar. Terus zaman hindu-budha zaman
islam zaman kolonial belanda, zaman pendudukan jepang, zaman kemerdekaan, zaman
orde lama zaman orde baru dan zaman reformasi.
b. Periodisasi dalam sejarah
Merupakan
pengklasifikasian peristiwa-peristiwa sejarah dalam tahapan atau pembabakan
waktu. Dalam membuat periodisasi para sejarawan membuat kesimpulan umum
mengenai sebuah peiode.contoh para sejarawan membagi sejarah dalam dua periode:
- Zaman
prasejarah yakni zaman ketika manusia belum mengenal tulisan. Babakan ini di
mulai sejak adanya manusia hingga ditemukannya peninggalan-peninggalan
tertulis.
- Zaman
sejarah yakni zaman ketika manusia sudah mengenal tulisan. Babakan ini di mulai
sejak manusia sudah mengenal tulisan hingga sekarang.
Periodisasi sangat penting dalam penulisan sejarah karena merupakan batang
tubuh cerita sejarah.
Peridisasi dalam penulisan sejarah tergantung pada jenis penulisan yang
dilakukan. Periodisasi dapat dilakukan berdasarkan perkembangan poltik, sosial,
ekonomi, kebudayaan, dan agama. Berdasarkan perkembangan politik periodisasi
dapat dilakukan berdasarkan raja-raja yang memerintah di suatu daerah seperti
kesultanan yogyakarta dan banten. Berdasarkan perkembangan sosial ekonomi
periodisasi dapat dilakukan dengan pembagian sejarah berdasarkan sistem mata
pencaharian masyarakat. Misalnya masa berburu dan mengumpulkan makanan
yang diikuti dengan masa bercocok tanam dan hidup menetap. Berdasarkan
kebudayaan, periodisasi dilakukan dengan mengelompokkan masyarakat dengan
kebudayaan terendah sampai masyarakat dengan kebudayaan tertinggi.
Tujuan pembatasan waktu dalam penulisan
sejarah adalah:
Agar mudah diingat, menyederhanakan cerita, memenuhi persyaratan
sistematika, ilmu pengetahuan, dan mengklasifikasi isi sejarah.
Selain generalisasi periodik ada banyak periodisasi yang lain diantaranya
generalisasi personal dan generalisasi kausal. Generalisasi personal mengikuti
cara berpikir pars pro toto yang menyamakan sebagian dengan keseluruhan.
Misalnya kemerdekaan indonesia soekarno-hatta atau orde baru dengan soeharto.
Dalam peristiwa tersebut peran orang lain ditiadakan.
Generalisasi kausal adalah generalisasi tentang sabab musabab,
kesinambungan, perkembangan, pengulangan, dan perubahan sejarah. Kesimpulan
umum tentang sebab- sebab tersebut mencakup masalah geografis masalah
kependudukan moral, ekonomi dan politik.
Periodisasi Sejarah Indonesia
Pengertian
periodisasi diartikan sebagai pembabakan waktu yang dipergunakan untuk berbagai
peristiwa. Kompleksnya peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia pada
setiap masa memerlukan suatu pengklasifikasian berdasarkan bentuk serta jenis
peristiwa tersebut. Peristiwa-peristiwa yang telah diklasifikasikan itu disusun
secara kronologis berdasarkan urutan waktu kejadiannya.
Rentang waktu atau masa sejak
manusia ada hingga sekarang merupakan rentang yang sangat panjang, sehingga
para ahli sejarah sering mengalami kesulitan untuk memahami dan membahas
masalah-masalah yang muncul dalam sejarah kehidupan manusia. Untuk mempermudah
pembabakan kehidupan manusia, para ahli menyusun periodisasi sejarah.
Periodisasi
digunakan untuk mempermudah pemahaman dan pembahasan sejarah kehidupan manusia.
Periodisasi yang dibuat oleh banyak peneliti berakibat adanya
perbedaan-perbedaan pandangan sehingga periodisasi sejarah bersifat subjektif
yang dipengaruhi subjek permasalahan serta pribadi penelitinya.
Dalam sejarah Indonesia, periodisasi dibagi dua, yaitu zaman
praaksara dan zaman sejarah.
a. Zaman
praaksara, yaitu zaman sebelum manusia
mengenal tulisan. Sejarah dapat dipelajari berdasarkan peninggalan benda-benda
purbakala berupa artefak, fitur, ekofak, dan situs.
Artefak adalah semua benda yang jelas memperlihatkan hasil garapan sebagian atau
seluruhnya sebagai pengubahan sumber alam oleh tangan manusia.
Fitur adalah artefak yang tidak dapat dipindahkan tanpa merusak tempatnya.
Ekofak adalah benda dari unsur lingkungan abiotik atau biotik.
Situs adalah bidang tanah yang mengandung peninggalan purbakala.
b. Zaman
sejarah, yaitu zaman di mana manusia
sudah mengenal tulisan. Zaman sejarah dibagi tiga sebagai berikut.
1) Zaman Kuno, yang
membicarakan sejak kerajaan tertua sampai abad ke-14. Pada zaman ini,
berkembang kebudayaan Indonesia yang dipengaruhi agama Hindu dan Buddha.
2) Zaman Indonesia Baru, mulai
abad ke-15 yang membicarakan masa berkembangnya budaya Islam sampai abad ke-18.
3) Zaman Indonesia Modern,
sejak masa pemerintahan Hindia Belanda (1800), pergerakan kemerdekaan Indonesia
merdeka sampai sekarang atau masa kontemporer.
Ada beberapa
unsur yang sering memengaruhi penyusunan periode-periode sejarah, salah satunya
adalah unsur geografi, sebab adanya perubahan tapal batas, perubahan aliran
sungai, gedung kuno direhab, bahkan adanya perubahan flora dan fauna dapat
mengaburkan jejak-jejak sejarah. Konsep teoritik tentang periodisasi sejarah
Indonesia pernah dibahas dalam Seminar Sejarah Nasional I tahun 1957, yang
menghasilkan hal-hal sebagai berikut.
a. Konsep
periodisasi dari Prof. Dr. Soekanto
Menurut pendapat Dr. Soekanto,
periodisasi hendaknya berdasarkan ketatanegaraan artinya bersifat politik.
Pembagian atas babakan masa (periodisasi) yang berdasarkan kenyataan-kenyataan
sedapat mungkin harus eksak serta praktis. Menurutnya, periodisasi sejarah
Indonesia diusulkan secara kronologis sebagai berikut.
1) Masa pangkal sejarah (sM –
0)
2) Masa Kutai-Tarumanegara (0
– 600)
3) Masa
Sriwijaya-Medang-Singosari (600 – 1300)
4) Masa Majapahit (1300 –
1500)
5) Masa Kerajaan Islam (1500 –
1600)
6) Masa Aceh, Mataram,
Makassar (1600 – 1700)
7) Masa pemerintah asing (1700
– 1945)
a) Zaman
Kompeni (1800 – 1808)
b) Zaman
Daendels (1808 – 1811)
c) Zaman
British Government (1811 – 1816)
d) Zaman
Nederlands – India (1816 – 1942)
e) Zaman
Nippon (1942 – 1945)
8) Masa Republik Indonesia
(1945 – sekarang)
b.
Periodisasi menurut Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo
Menurut pemikiran Prof. Dr.
Sartono Kartodirdjo, sebagai dasar bagi babakan masa (periodisasi) adalah
derajat integrasi yang tercapai di Indonesia pada masa lampau. Menurut
pemikirannya, faktor ekonomi sangat memengaruhi perkembangan sosial, politik,
dan kultur di Indonesia. Faktor ekonomi memengaruhi kontak Indonesia dengan
luar negeri yang mendatangkan pengaruh kebudayaan luar, baik budaya Hindu dari
India, budaya Islam dari Asia Barat, serta budaya barat baik dari Eropa atau
negara-negara lainnya. Maka ada kemungkinan untuk membedakan dua periode besar,
yaitu pengaruh Hindu dan pengaruh Islam. Sebutan dari periode itu memakai nama
kerajaan sebab sifat masyarakat pada waktu itu masih homogen dan berpusat pada
raja (istana sentris).
Adapun
periodisasi yang diusulkan oleh Prof. Dr. Sartono adalah sebagai berikut :
1) Prasejarah
2) Zaman Kuno
a) Masa
kerajaan-kerajaan tertua
b) Masa
Sriwijaya (dari abad VII – XIII atau XIV).
c) Masa
Majapahit (dari abad XIV – XV).
3) Zaman Baru
a) Masa Aceh, Mataram, Makassar/Ternate/Tidore (sejak abad XVI).
b) Masa
perlawanan terhadap Imperialisme Barat (abad XIX).
c) Masa
pergerakan nasional (abad XX).
4) Masa Republik Indonesia
(sejak tahun 1945).
Dari
pemaparan tersebut terlihat bahwa munculnya banyak pandangan tentang babakan
masa periodisasi, seperti yang diajukan Prof. Dr. Soekanto dan Prof. Dr.
Sartono, disusun dengan:
a. memakai dasar perkembangan
peradaban (civilization),
b. babakan masa didasarkan
atas segi kebudayaan (culture), dan
c. babakan masa atas dasar
agama yang masuk ke Indonesia.
Kesimpulannya
adalah dasar kerangka teori pembabakan waktu atau periodisasi dalam sejarah
menunjukkan hasil pemikiran yang berbeda-beda. Namun, hal yang terpenting dalam
penyusunan periodisasi adalah adanya prinsip kontinuitas.
CONTOH-CONTOH PERIODISASI SEJARAH INDONESIA
1. -400 : zaman prasejarah Indonesia
2.400-1500 : zaman pengaruh Hindu-Budha dan pertumbuhan Islam
3. 1500-1670 : Zaman kerajaan Islam dan mulai masuknya pengaruh Barat serta perluasan pengaruh VOC.
4. 1670-1800 : Masa penjajahan oleh VOC
5. 1800-1811 : Masa pemerintahan Herman W. Daendels
6. 1811-1816 : Masa pemerintahan Thomas Stamford Raffles (Inggris).
7. 1816-1830 :Masa pemerintahan Komisaris Jenderal dan perlawanan terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda.
8. 1830-1870 : Sistem tanam paksa oleh Gubernur Van den Bosch.
9. 1870-1942 : Sistem ekonomi Liberal Kolonial dan Politik Etis.
10.1908 : Masa Pergerakan Nasional
11.1942-1945 : Masa pendudukan Jepang.
12.1945-1949 : Perjuangan mempertahankan Kemerdekaan.
13.1949-1950 : Masa pemerintahan RIS.
14.1950-1959 : Penerapan sistem Liberal Parlementer
15.1959-1966 : Masa demokrasi terpimpin
16.1966-1998 : Masa Orde Baru
17.1998-Kini : Era Refarmasi
1. -400 : zaman prasejarah Indonesia
2.400-1500 : zaman pengaruh Hindu-Budha dan pertumbuhan Islam
3. 1500-1670 : Zaman kerajaan Islam dan mulai masuknya pengaruh Barat serta perluasan pengaruh VOC.
4. 1670-1800 : Masa penjajahan oleh VOC
5. 1800-1811 : Masa pemerintahan Herman W. Daendels
6. 1811-1816 : Masa pemerintahan Thomas Stamford Raffles (Inggris).
7. 1816-1830 :Masa pemerintahan Komisaris Jenderal dan perlawanan terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda.
8. 1830-1870 : Sistem tanam paksa oleh Gubernur Van den Bosch.
9. 1870-1942 : Sistem ekonomi Liberal Kolonial dan Politik Etis.
10.1908 : Masa Pergerakan Nasional
11.1942-1945 : Masa pendudukan Jepang.
12.1945-1949 : Perjuangan mempertahankan Kemerdekaan.
13.1949-1950 : Masa pemerintahan RIS.
14.1950-1959 : Penerapan sistem Liberal Parlementer
15.1959-1966 : Masa demokrasi terpimpin
16.1966-1998 : Masa Orde Baru
17.1998-Kini : Era Refarmasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar