Peninggalan
Sejarah
Jenis – jenis Media Pembelajaran Sejarah
1.
Peninggalan Sejarah
1.1.
Pengertian
Peninggalan sejarah
merupakan warisan yang bergaya guna bagi generasi manusia selanjutnya.
1.2. Pemanfaatan
Untuk memanfaatkan peninggalan sejarah dalam pembelajaran, dapat dilakukan
karya wisata mengunjungi situs-situs atau peninggalan-peninggalan sejarah yang
sesuai dengan materi. Menurut Muhibbin Syah ( 2000 ) , adalah suatu metode mengajar yang dirancang
terlebih dahulu oleh pendidik dimana proses pembelajarannya dilaksanakan dengan
melakukan perjalanan/peninjauan langsung kesuatu tempat yang sesuai dengan
materi pembelajaran dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan
bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik yang
kemudian dibukukan. Adapun langkah –
langkah yang dapat dialkukan untuk melakukan karya wisata ( Roestiyah ; 2001:87) adalah sebagai berikut :
a) Persiapan
Guru
perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan
teknik, menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan
segala sesuatunya, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas,
mempersiapkan sarana, pembagian siswa dalam kelompok, serta mengirim utusan,
b) Pelaksanaan
karya wisata
Pemimpin
rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya, memenuhi tata
tertib yang telah ditentukan bersama mengawasi petugas-petugas pada setiap
seksi, demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggungjawabnya, serta
memberi petunjuk bila perlu,
c) Akhir karya
wisata,
Pada
waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata,
menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh,
menindaklanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik, gambar,
model-model, diagram, serta alat-alat lain dan sebagainya. Sejumlah prosedur penelitian harus ditempuh mulai dari pemilihan topik
sampai dengan penulisan laporan penelitian, dengan tahap-tahap (Sevilla, dkk,
1993) sebagai berikut :
1)
Penemuan Topik
Topik penelitian dapat diperoleh melalui tiga cara, yaitu: pengamatan
terhadap lingkungan, pembacaan secara cermat terhadap bahan pustaka, dan
bertanya pada orang yang memiliki kompetensi akademik dalam bidang yang
bersangkutan. Tidak semua gejala atau fenomena yang ditemukan merupakan topik
yang baik dan layak diangkat sebagai topik penelitian. Topik penelitian yang
baik memiliki karakteristik: menarik, orisinal, bermanfaat, mengundang
rancangan yang lebih kompleks, dan dapat dikerjakan, serta tidak bertentangan
dengan moral.
2)
Perumusan Masalah Penelitian
Masalah penelitian merupakan fokus kajian yang akan dilakukan oleh
peneliti. Masalah penelitian dapat berupa kalimat deklaratif (pernyataan) atau
pertanyaan. Apabila berupa pernyataan, sebaiknya diikuti dengan
pertanyaan-pertanyaan penelitian.
3)
Penentuan Judul
Peneliti perlu memformulasikan judul walaupun bersifat tentatif, yang
berfungsi sebagai: format simpulan, kerangka referensi, bukti kepemilikan
peneliti, dan referensi bagi peneliti lain. Judul disusun secara jelas,
spesifik, dan memikat pembaca. Oleh karena itu judul harus singkat, padat, dan
menunjukkan hal-hal baru.
4)
Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
perkembangan kajian yang telah dilakukan tentang topik yang dipilih,
memperdalam pengetahuan tentang masalah yang diteliti, menemukan konsep atau
teori yang relevan dengan topik penelitian, dan memilih metode yang cocok
diterapkan dalam penelitian. Untuk kepentingan itu, kita dapat memanfaatkan
kepustakaan konseptual dan kepustakaan hasil penelitian (substansial).
5)
Penulisan Proposal Penelitian
Proposal merupakan rancangan penelitian yang akan
dilakukan oleh peneliti. Oleh karena berfungsi untuk mengomunikasikan gagasan
peneliti kepada pihak lain, maka proposal sebagai “wakil peneliti” harus
ditulis secara bernas, komunikatif, dan jelas. Pendek kata, pembaca proposal
harus memiliki pemahaman yang sama dengan peneliti terhadap rancangan
penelitian yang akan dilakukan. Proposal ditulis dengan mengacu pada format
yang telah ditentukan oleh lembaga penyandang dana atau penyelenggara.
Unsur-unsur yang selalu ada dalam proposal penelitian adalah: judul, bidang
ilmu, pendahuluan (latar belakang masalah), perumusan masalah, tinjauan
pustaka, tujuan dan kontribusi penelitian, metode penelitian, jadwal
pelaksanaan, personalia penelitian, perkiraan biaya (apabila diperlukan), dan
lampiran (apabila diperlukan).
6) Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian dilakukan sesuai dengan rancangan yang telah
tertulis dalam proposal.
7) Penulisan Laporan Penelitian
Penelitian tidak akan ada artinya kalau tidak dituangkan dalam tulisan.
Tujuan utama penulisan laporan penelitian adalah untuk mengomunikasikan hal-hal
yang menarik dari masalah yang diteliti, metode-metode yang digunakan, temuan
yang diperoleh, penafsiran hasil, dan pengintegrasiannya dengan teori. Laporan
penelitian disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku pada disiplin
tertentu. Laporan biasanya disusun dengan tata penulisan yang telah disepakati
untuk digunakan pada lembaga tertentu.
Tiap-tiap jenis penelitian memerlukan metodologi yang berbeda-beda. Oleh
karena itu, penguasaan metodologi penelitian sosial budaya menjadi syarat
mutlak bagi para guru apabila ingin melakukan pengkajian ilmiah. Sehubungan
dengan hal ini para guru perlu mendapatkan pelatihan khusus untuk meningkatkan
kemampuan mereka dalam bidang penelitian. Sekali lagi MGMP dan MSI Komisariat
dapat berinisiatif dan berperan sebagai penyelenggara kegiatan-kegiatan untuk
peningkatan kemampuan penelitian para guru dalam bentuk lokakarya (workshop)
penyusunan proposal penelitian, metodologi penelitian, dan penulisan laporan
atau artikel ilmiah. Dengan menggunakan cara-cara seperti yang telah diuraikan
di atas, maka kualitas pembelajaran sejarah dan IPS-Sejarah di sekolah dapat
ditingkatkan, yang pada gilirannya dapat menumbuhkan kesadaran sejarah dan
kesadaran kultural peserta didik (siswa).
1.3.
Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Peninggalan Sejarah Sebagai Media
Pembelajaran ( Muhibbin Syah ; 2000 )
1) Kelebihan
metode karyawisata sebagai berikut :
a)
Karyawisata
menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam
pengajaran.
b)
Membuat
bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan
kebutuhan yang ada di masyarakat.
c)
Pengajaran
dapat lebih merangsang kreativitas anak.
2) Kekurangan
metode karyawisata sebagai berikut :
a)
Memerlukan
persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b)
Memerlukan
perencanaan dengan persiapan yang matang.
c)
Dalam
karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama,
sedangkan unsur studinya terabaikan.
d)
Memerlukan
pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
e)
Biayanya cukup
mahal.
f)
Memerlukan
tanggung jawab guru/dosen maupun sekolah/kampus atas kelancaran karyawisata dan
keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.
Museum
Pengertian
Menurut Perpem Nomor 19/1995 Museum
adalah lembaga penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda bukti
material manusia serta alam dan lingkungan guna menunjang upaya perlindungan
dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.
Museum adalah sebuah lembaga yang
rumah dan peduli untuk koleksi artefak dan benda-benda lain yang penting
ilmiah, seni, atau sejarah dan membuat mereka tersedia untuk dilihat publik
melalui pameran yang mungkin permanen atau sementara.
Museum, berdasarkan definisi yang
diberikan International Council of Museums disingkat ICOM, adalah
institusi permanen, nirlaba, melayani
kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian,
mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk
kebutuhan studi, pendidikan, dan
kesenangan. Karena itu ia bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat
tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif di masa depan dan sejak tahun 1977
tiap tanggal 18 Mei diperingati sebagai hari Hari Museum Internasional.
Pemanfaatan
Siswa
diberikan kesempatan untuk mengunjungi museum yang sesuai dengan materi
pembelajaran dibawah pengawasan guru.
Kelebihan
dan Kekurangan
·
Kelebihan:
1. Harga tiket masuk yang
murah
2. Adanya berbagai macam
variasi objek di museum yang lengkap
3. Siswa dapat melihat peninggalan-peninggalan
atau ilistrasi secara langsung
4. Lingkungan sekitar
museum bersih dan terawat
·
Kekurangan:
1. Lokasi sekolah yang
jauh dari museum tidak memungkinkan pembelajaran berlangsung
2. Objek yang ada di
museum terkadang tidak jelas informasinya
3. Tidak efisien untuk
pembelajaran, karena biasanya siswa hanya melihat tanpa memahami informasi yang
ada
BEBERAPA
CONTOH DARI PENINGGALAN SEJARAH
Berikut adalah peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Indonesia:A. Buku – Buku
1. Kitab Mahabarata, dikarang oleh Resi Wiyasa.
2. Kitab Ramayana, dikarang oleh Mpu Walmiki.
3. Arjuna Wiwaha, di karang oleh Mpu Kanwa (pada zaman kerajaan Airlangga, Kahuripan).
4. Kitab .Smaradahana, di karang oleh Mpu Darmaja (pada zaman Raja Kameswara I, Kediri.
5. Kitab Bharatayuda, dikarang oleh Mpu Sedah dan empu panuluh (pada jaman Raja Jaya Baya, Kediri).
6. Kitab Negarakertagama, dikarang oleh Mpu Prapanca (pada zaman Majapahit).
7. Kitab,Sotasoma, di karang oleh Mpu Tantular (pada zaman Majapahit).
B. Prasasti-Prasasti
1. Prasasti Muara Kaman, di tepi sungai Mahakam. Kalimantan Timur, tentang Kerajaan Kutai, didirikan kira-kira tahun 400 M
2. Prasasti Ciaruteun, di daerah Bogor, Jawa Barat.
3. Prasasti Kebon Kopi, di daerah Bogor, Jawa Barat.
4. Prasasti Jambu, di daerah Bogor, JawaBarat.
5. Prasasti Pasir Awi, di daerah Bogor, Jawa Barat.
6. Prasasti Muara Cianten, di daerah Bogor, Jawa Barat.
7. Prasasti Tugu, di daerah Bogor, JawaBarat.
8. Prasasti Lebak, di daerah Bogor.Jawa Barat.
9. (Dari nomor 2 sampai dengan nomor 8 adalah prasasti-prasasti tentang Kerajaan Tarumanegara
10. Prasasti Kedukan Bukit (684 M), di dekat Palembang.
11. Prasasti Talang Tuo (684 M), di dekat Palembang.
12. Prasasti Telaga Batu, di dekat Palembang.
13. Prasasti Karang Berahi, di daerah Jambu Hulu.
14. Prasasti Palas Pasemah, di daerah Lampung selatan.
15. (Dari nomor 9 sampai dengan nomor 13 adalah prasasti-prasasti tentang kerajaan Sriwijaya).
16. Prasasti Dinoyo (760 M) dekat Malang, tentang kerajaan yang berpusat di Kanjuruhan.
17. Prasasti Canggal (732 M) dekat Magelang, tentang Kerajaan Mataram Hindu dengan Raja Sanjaya.
18. Prasasti Kalasan (778 M) dekat Yogyakarta, tentang Kerajaan Mataram Hindu dengan Raja Rakai Panangkaran.
19. Prasasti Kedu (907 M), dari Raja Blitung, Kerajaan Mataram Hindu.
C. Candi – Candi
1. Candi Muara Tikus : di Jambi.
2. Candi Gunung Wukir : di Magelang, Jawa Tengah.
3. Candi Kalasan : di Yogyakarta.
4. Candi Condong songo : di Semarang, Jawa Tengah
5. Candi Mendut : di Magelang, Jawa Tengah
6. Candi &borobudur : di Magelang, Jawa Tengah
7. Candi Sewu : di Magelang, Jawa Tengah.
8. Candi Pawon : di Magelang. Jawa Tengah
9. Candi Sari : di Magelang, Jawa Tengah.
10. Candi Ngawen : di Magelang, Jawa Tengah
11. Candi Dieng : di Jawa Tengah.
12. Candi Prambanan : di Klaten, Jawa Tengah
13. Candi Padas : di Tampak Siring, Bali.
14. Candi Kidal : di Malang, Jawa Timur.
15. Candi Singosari : di Malang, Jawa Timur.
16. Candi Jago : di Malang, Jawa Timur.
17. Candi Sumberjati : di Blitar, Jawa Timur.
18. Candi Penataran : di Blitar, Jawa Timur.
19. Candi Sawentar : di Blitar. Jawa Timur.
20. Candi Surawana: di Pare, Jawa Timur.
21. Candi Tigawangi : di Pare. Jawa Timur.
22. Candi Bajangratu : di Mojokerto, Jawa Timur.
23. Candi Tikus : di Mojokerto, Jawa Timur.
24. Candi Waringin Lawang : di Mojokerto, Jawa Timur
25. Candi Cangkuwang : di Jawa Barat.
26. Candi Berahu : di Mojokerto, Jawa Timur.
27. Candi Jabung : di Kraksan, Jawa Timur.
28. Candi Raja Jongrang : di Klaten, Jawa Tengah.
29. Candi Ijo : di Kalimantan Selatan
D. Arca – Arca
1. Arca Buddha : di Candi Mendut.
2. Arca Rara Junggrang : di Candi Prambanan.
3. Arca Ken Dedes : di Candi Singasari.
4. Arca Airlangga: di Candi Belahan.
5. Arca Kertajasa : sebagai Harihara.
6. ArcaTribhuwana : di Candi Arimbi.
7. Arca Suhita : dari Kerajaan Majapahit.
8. Arc Gajah Mada : dari Kerajaan Majapahit.
9. Arca Ken. Arok : dari Kerajaan Singasari.
10. Arca Kartanegara : dari kerajaan singasari
E. Keraton / Istana Raja
1. Keraton Susuhunan, di Surakarta.
2. Keraton Mangkunegaran, diSurakarta.
3. Keraton Kasultanan, di Yogyakarta.
4. Keraton Paku Alam, di Yogyakarta.
5. Keraton Kasepuhan, di Cirebon.
6. Kanoman, di Cirebon.
7. Karaton Maimun, di Medan.
8. Istana Raja Goa, di Sulawesi Selatan.
9. Istana Raja Khungkung, di Bali.
F. Bangunan Mesjid
1. Mesjid Raya, di Aceh, Daerah Istimewa Aceh.
2. Mesjid Demak, di Demak, Jawa Tengah.
3. Mesjid Banten, Jawa Barat.
4. Mesjid Katangka, di Katangka, Sulawesi selatan.
5. Mesjid Azisi, di langkakt. Sumatra Utara.
6. Mesjid Sunan Ampel, di Surabaya, Jawa timur.
7. Mesjid Sunan Giri, di Gresik Jawa Timur.
8. Mesjid Istiqlal, di Jakarta.
G. Makam-Makam Peninggalan Sejarah.
1. Makam Raja – raja demak Demak, di Demak, Jawa Tengah.
2. Makam Raja – raja Mataram. di Imogiri.
3. Makam Raja – raja Mangkunegara, – di istana Giri Tengah.
4. Makam Maulana Malik Ibrahim, di Gresik, Jawa timur.
5. Makam Sunan Giri, di Gresik, Jawa Timur.
6. Makam Sunan Ampel, di Surabaya Jawa Timur.
7. Makam Raja – raja Banten, di Banten. Jawa Barat.
8. Makam Sunan Gunung J ati, di Cirebon.
9. Makam Sunan Kalijaga, di Kadilangi Demak, Jawa Tengah.
10. Makam Raja – raja Bugis, di Watang Lamuru. Katangga, Sulawesi Selatan.
11. Makam Raja – raja Goa. di Katangga, Sulawesi Selatan.
12. Makam Malikus Saleh, di Aceh, Daerah Istimewa Aceh.
H. Benteng – Benteng Bersejarah
1. Benteng, Inang Bale : di Aceh, Daerah Istimewa Aceh.
2. Benteng, Bonjol : di Bonjol Sumatra Barat
3. Benteng Duurstede : di Saparua, Maluku.
4. Benteng Surason : di Banten, JawaBarat.
5. Benteng Jagaraga : di Bali
6. Benteng Kastilia : di Saparua Maluku
7. Benteng Marlbouegh : di Bangkulu
8. Benteng Sombaupu : di Sulawesi Selatan
BENTUK - BENTUK PENINGGALAN SEJARAH DI INDONESIA
Kita bisa mengetahui kehidupan masa lalu manusia melalui
peninggalan-peningalan sejarah yang ditemukan. Secara lebih
rinci, pembagian bentuk-bentuk peninggalan sejarah di Indonesia adalah sebagai
berikut :
1. Tulisan
Peninggalan sejarah
yang temasuk dalah kataggori tulusan adalah sebagaai berikut :
a.Prasasti
Prasasti
adalah peninggalan sejarah yang berupa tulisan atau gambar pada batu. Sehingga
prasasti disebut juga batu tulis. Prasasti berisi tentang suatu peristiwa
penting yang dialami oleh suatu kerajaan atau seorang raja. Beberapa prasasti
yang ditemukan menggunakan huruf pallawa dengan Bahasa Sanskerta.Prasasti
tertua di indonesia adalah Prasasti Yupa di Kalimantan Timur sekitar tahun 500
M. Prasasti yang lain antara lain Prasasti Telaga Batu dari Palembang, Prasasti
Sriwijaya dari Sumatera, Prasasti Ciaruteun di Jawa Barat peninggalan kerajaan
Taruma Negara.
b. Naskah kuno
Naskah kuno merupakan dokumen-dokumen
penting yang berisi informasi di jaman dulu. Naskah kuno juga dapat berupa
karya sastra seperti syair, hikayat, legenda dan kitab-kitab. Contoh naskah
kuno adalah Kitab Sutasoma dan Negara-kertagama dari Kerajaan Majapahit dan
Kitab Tajussalatina dari kerajaan Melayu.
2. Bangunan
2. Bangunan
Bentuk peninggalan sejarah berupa bangunan adalah sebagai berikut :
a. Candi
Candi merupakan bangunan yang terbuat dari batu yang kebanyakan digunakan
untuk beribadah bagi pemeluk agama Hindu dan Budha. Kata candi berasal dari
nama salah satu Dewa Durga (Dewa Maut) yaitu Candika. Candi merupakan
peninggalan kerajaan Hindu dan Budha. Pada dinding candi biasanya terdapat
ukiran yang disebut relief. Bangunan candi
sebagian besar berada di Jawa. Contoh candi adalah Candi Borobudur, Candi
Prambanan, dan Candi Kalasan di Jawa Tengah. Contoh lainnya adalah Candi
Portibi di Sumatera Utara. Candi Borobudur adalah candi terbesar di Dunia yang
merupakan salah satu keajaiban dunia.
b. Benteng
Benteng adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat pertahanan terhadap
serangan musuh. Benteng merupakan peninggalan jaman penjajahan. Benteng dibangun
oleh bangsa penjajah maupun oleh kerajaankerajaan di Nusantara. Contoh Benteng
adalah Benteng Marlborough (Bengkulu), Benteng Fort De Kock (Bukittinggi) dan
Benteng Keraton di Yogyakarta.
c. Masjid
Masjid adalah tempat ibadah umat Islam. Masjid mulai dikenal pada saat
ajaran Islam masuk ke Indonesia. Adanya Masjid-masjid peninggalan sejarah
membuktikan pengaruh Islam sudah ada sejak dulu. Contoh masjid yang merupakan
peninggalan
sejarah adalah Masjid Raya Baitussalam di Aceh, Masjid Raya Banten, dan
Masjid Agung Demak
d. Istana atau Keraton
Istana atau Keraton adalah tempat tinggal raja. Pada zaman dahulu, wilayah
Indonesia terdapat banyak kerajaan. Sehingga peninggalan istana atau keraton
masih ada. Contoh istana atau keraton antara lain Istana Maemun Medan, Istana
Negara di Jakarta, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Jawa Tengah dan
Keraton Yogyakarta
Selain bangunan-bangunan di atas masih ada bangunan-bangunan lain yang
merupakan peninggalan bersejarah seperti Gedung Sate di Bandung, Gereja Blenduk
di Semarang, Makam raja-raja dan makam Walisongo.
3. Benda-benda
Peninggalan sejarah yang berupa benda atau barang antara lain:
a. Fosil
Fosil adalah bagian atau sisa mahkluk hidup yang sudah membatu. Fosil
merupakan sisa makhluk hidup yang mati berjuta-juta tahun yang lalu. Fosil
dapat berupa tengkorak atau tulang belulang. Di wilayah Indonesia cukup banyak
ditemukan fosil. Di antaranya di Mojokerto, Jawa Timur dan di Sangiran, Jawa
Tengah
b. Artefak
Artefak adalah perkakas atau peralatan yang digunakan oleh manusia zaman
dahulu. Artefak dapat berupa alat-alat pertanian, peralatan makan dan memasak,
senjata, serta perhiasan. Artepak ada yang terbuat dari batu, ada juga yang
terbuat dari logam.
c. Patung
Patung biasanya terbuat dari batu. Pada zaman dulu orang membuat patung
untuk mengenang orang penting yang sudah meninggal. Ada pula patung yang
merupakan perwujudan dari para dewa di ajaran Hindu-Budha. Contoh patung adalah
Patung Ken Dedes atau Prajna Paramita, Patung Roro Jonggrang di Candi
Prambanan, dan Patung Dewa Syiwa.
4. Karya Seni Lain
4. Karya Seni Lain
Yang dimaksud karya seni lain di sini adalah karya seni yang tidak bersifat
kebendaan. Yakni karya seni yang hidup atau menjadi tradisi di masyarakat.
Contohnya antara lain sebagai berikut:
a. Tarian tradisional
Tarian tradisional merupakan tarian peninggalan zaman dulu yang sampai
sekarang masih ada. Zaman dulu tarian sering ditampilkan saat upacara adat,
menyambut tamu, dan sebagai hiburan. Contoh tarian tradisional antara lain Tari
Gambyong dari Jawa Tengah dan Tari Seudati dari Aceh.
b. Dongeng atau cerita rakyat
Dongeng atau cerita rakyat merupakan cerita yang disampaikan secara
turun-temurun. Cerita rakyat tidak jelas siapa pengarangnya. Cerita rakyat ada
yang merupakan kisah nyata namun ada pula yang hanya karangan manusia.
Contohnya adalah Malinkundang dari Sumatera Barat dan Tangkuban Perahu dari
Jawa Barat. Cerita rakyat ini mengandung hikmah atau pelajaran yang dapat
diambil oleh masyarakat.
c. Lagu atau tembang daerah
Lagu atau tembang daerah juga merupakan peninggalan sejarah. Contohnya
antara lain Lagu Lir-ilir dari Jawa Tengah dan Lagu Gending Sriwijaya dari
Sumatera.
d. Seni pertunjukan
Seni pertunjukan di Indonesia cukup banyak. Antara lain Wayang Kulit dari
Jawa Tengah dan Yogyakarta, Ogoh-ogoh dari Bali dan Wayang Golek dari Jawa
Barat
5. Adat Istiadat
Adat istiadat berhubungan dengan kepercayaan masyarakat. Adat istiadat
merupakan tradisi kepercayaan yang dilakukan suatu masyarakat secara turun
temurun. Yang termasuk adat istiadat adalah upacara adat. Contohnya antara lain
Upacara Pembakaran Mayat (Ngaben) di Bali, Upacara Sedekah Laut di Yogyakarta,
dan Upacara Lompat Batu di Pulau Nias.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar