Kamis, 05 Juni 2014

PENINGGALAN SEJARAH



Peninggalan Sejarah
Jenis – jenis Media Pembelajaran Sejarah
1.   Peninggalan Sejarah
1.1.        Pengertian
            Peninggalan sejarah merupakan warisan yang bergaya guna bagi generasi manusia selanjutnya.
1.2.       Pemanfaatan
Untuk memanfaatkan peninggalan sejarah dalam pembelajaran, dapat dilakukan karya wisata mengunjungi situs-situs atau peninggalan-peninggalan sejarah yang sesuai dengan materi. Menurut Muhibbin Syah ( 2000 ) ,  adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dimana proses pembelajarannya dilaksanakan dengan melakukan perjalanan/peninjauan langsung kesuatu tempat yang sesuai dengan materi pembelajaran dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik yang kemudian dibukukan. Adapun langkah – langkah yang dapat dialkukan untuk melakukan karya wisata ( Roestiyah ; 2001:87) adalah sebagai berikut :
a)      Persiapan
            Guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik, menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan sarana, pembagian siswa dalam kelompok, serta mengirim utusan,
b)      Pelaksanaan karya wisata
            Pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya, memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi, demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggungjawabnya, serta memberi petunjuk bila perlu,
c)      Akhir karya wisata,
            Pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata, menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh, menindaklanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik, gambar, model-model, diagram, serta alat-alat lain dan sebagainya. Sejumlah prosedur penelitian harus ditempuh mulai dari pemilihan topik sampai dengan penulisan laporan penelitian, dengan tahap-tahap (Sevilla, dkk, 1993) sebagai berikut :

1)      Penemuan Topik
Topik penelitian dapat diperoleh melalui tiga cara, yaitu: pengamatan terhadap lingkungan, pembacaan secara cermat terhadap bahan pustaka, dan bertanya pada orang yang memiliki kompetensi akademik dalam bidang yang bersangkutan. Tidak semua gejala atau fenomena yang ditemukan merupakan topik yang baik dan layak diangkat sebagai topik penelitian. Topik penelitian yang baik memiliki karakteristik: menarik, orisinal, bermanfaat, mengundang rancangan yang lebih kompleks, dan dapat dikerjakan, serta tidak bertentangan dengan moral.
2)      Perumusan Masalah Penelitian
Masalah penelitian merupakan fokus kajian yang akan dilakukan oleh peneliti. Masalah penelitian dapat berupa kalimat deklaratif (pernyataan) atau pertanyaan. Apabila berupa pernyataan, sebaiknya diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian.
3)      Penentuan Judul
Peneliti perlu memformulasikan judul walaupun bersifat tentatif, yang berfungsi sebagai: format simpulan, kerangka referensi, bukti kepemilikan peneliti, dan referensi bagi peneliti lain. Judul disusun secara jelas, spesifik, dan memikat pembaca. Oleh karena itu judul harus singkat, padat, dan menunjukkan hal-hal baru.
4)      Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan kajian yang telah dilakukan tentang topik yang dipilih, memperdalam pengetahuan tentang masalah yang diteliti, menemukan konsep atau teori yang relevan dengan topik penelitian, dan memilih metode yang cocok diterapkan dalam penelitian. Untuk kepentingan itu, kita dapat memanfaatkan kepustakaan konseptual dan kepustakaan hasil penelitian (substansial).
5)      Penulisan Proposal Penelitian
Proposal merupakan rancangan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Oleh karena berfungsi untuk mengomunikasikan gagasan peneliti kepada pihak lain, maka proposal sebagai “wakil peneliti” harus ditulis secara bernas, komunikatif, dan jelas. Pendek kata, pembaca proposal harus memiliki pemahaman yang sama dengan peneliti terhadap rancangan penelitian yang akan dilakukan. Proposal ditulis dengan mengacu pada format yang telah ditentukan oleh lembaga penyandang dana atau penyelenggara. Unsur-unsur yang selalu ada dalam proposal penelitian adalah: judul, bidang ilmu, pendahuluan (latar belakang masalah), perumusan masalah, tinjauan pustaka, tujuan dan kontribusi penelitian, metode penelitian, jadwal pelaksanaan, personalia penelitian, perkiraan biaya (apabila diperlukan), dan lampiran (apabila diperlukan).
6)      Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian dilakukan sesuai dengan rancangan yang telah tertulis dalam proposal.
7)      Penulisan Laporan Penelitian
Penelitian tidak akan ada artinya kalau tidak dituangkan dalam tulisan. Tujuan utama penulisan laporan penelitian adalah untuk mengomunikasikan hal-hal yang menarik dari masalah yang diteliti, metode-metode yang digunakan, temuan yang diperoleh, penafsiran hasil, dan pengintegrasiannya dengan teori. Laporan penelitian disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku pada disiplin tertentu. Laporan biasanya disusun dengan tata penulisan yang telah disepakati untuk digunakan pada lembaga tertentu.
Tiap-tiap jenis penelitian memerlukan metodologi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penguasaan metodologi penelitian sosial budaya menjadi syarat mutlak bagi para guru apabila ingin melakukan pengkajian ilmiah. Sehubungan dengan hal ini para guru perlu mendapatkan pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang penelitian. Sekali lagi MGMP dan MSI Komisariat dapat berinisiatif dan berperan sebagai penyelenggara kegiatan-kegiatan untuk peningkatan kemampuan penelitian para guru dalam bentuk lokakarya (workshop) penyusunan proposal penelitian, metodologi penelitian, dan penulisan laporan atau artikel ilmiah. Dengan menggunakan cara-cara seperti yang telah diuraikan di atas, maka kualitas pembelajaran sejarah dan IPS-Sejarah di sekolah dapat ditingkatkan, yang pada gilirannya dapat menumbuhkan kesadaran sejarah dan kesadaran kultural peserta didik (siswa).
1.3.       Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Peninggalan Sejarah Sebagai Media Pembelajaran ( Muhibbin Syah ; 2000 )
1)   Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :
a)         Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
b)        Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c)         Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.
2)   Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :
a)         Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b)        Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c)         Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
d)        Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
e)         Biayanya cukup mahal.
f)         Memerlukan tanggung jawab guru/dosen maupun sekolah/kampus atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.


  Museum
 Pengertian
Menurut Perpem Nomor 19/1995 Museum adalah lembaga penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda bukti material manusia serta alam dan lingkungan guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.
Museum adalah sebuah lembaga yang rumah dan peduli untuk koleksi artefak dan benda-benda lain yang penting ilmiah, seni, atau sejarah dan membuat mereka tersedia untuk dilihat publik melalui pameran yang mungkin permanen atau sementara.
Museum, berdasarkan definisi yang diberikan International Council of Museums disingkat ICOM, adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Karena itu ia bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif di masa depan dan sejak tahun 1977 tiap tanggal 18 Mei diperingati sebagai hari Hari Museum Internasional.
  Pemanfaatan
Siswa diberikan kesempatan untuk mengunjungi museum yang sesuai dengan materi pembelajaran dibawah pengawasan guru.
 Kelebihan dan Kekurangan
·         Kelebihan:
1.         Harga tiket masuk yang murah
2.         Adanya berbagai macam variasi objek di museum yang lengkap
3.         Siswa dapat melihat peninggalan-peninggalan atau ilistrasi secara langsung
4.         Lingkungan sekitar museum bersih dan terawat
            ·         Kekurangan:
1.      Lokasi sekolah yang jauh dari museum tidak memungkinkan pembelajaran berlangsung
2.      Objek yang ada di museum terkadang tidak jelas informasinya
3.      Tidak efisien untuk pembelajaran, karena biasanya siswa hanya melihat tanpa memahami informasi yang ada






















BEBERAPA CONTOH DARI PENINGGALAN SEJARAH
Berikut adalah peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Indonesia:
A. Buku – Buku
1. Kitab Mahabarata, dikarang oleh Resi Wiyasa.
2. Kitab Ramayana, dikarang oleh Mpu Walmiki.
3. Arjuna Wiwaha, di karang oleh Mpu Kanwa (pada zaman kerajaan Airlangga, Kahuripan).
4. Kitab .Smaradahana, di karang oleh Mpu Darmaja (pada zaman Raja Kameswara I, Kediri.
5. Kitab Bharatayuda, dikarang oleh Mpu Sedah dan empu panuluh (pada jaman Raja Jaya Baya, Kediri).
6. Kitab Negarakertagama, dikarang oleh Mpu Prapanca (pada zaman Majapahit).
7. Kitab,Sotasoma, di karang oleh Mpu Tantular (pada zaman Majapahit).
B. Prasasti-Prasasti
1. Prasasti Muara Kaman, di tepi sungai Mahakam. Kalimantan Timur, tentang Kerajaan Kutai, didirikan kira-kira tahun 400 M
2. Prasasti Ciaruteun, di daerah Bogor, Jawa Barat.
3. Prasasti Kebon Kopi, di daerah Bogor, Jawa Barat.
4. Prasasti Jambu, di daerah Bogor, JawaBarat.
5. Prasasti Pasir Awi, di daerah Bogor, Jawa Barat.
6. Prasasti Muara Cianten, di daerah Bogor, Jawa Barat.
7. Prasasti Tugu, di daerah Bogor, JawaBarat.
8. Prasasti Lebak, di daerah Bogor.Jawa Barat.
9. (Dari nomor 2 sampai dengan nomor 8 adalah prasasti-prasasti tentang Kerajaan Tarumanegara
10. Prasasti Kedukan Bukit (684 M), di dekat Palembang.
11. Prasasti Talang Tuo (684 M), di dekat Palembang.
12. Prasasti Telaga Batu, di dekat Palembang.
13. Prasasti Karang Berahi, di daerah Jambu Hulu.
14. Prasasti Palas Pasemah, di daerah Lampung selatan.
15. (Dari nomor 9 sampai dengan nomor 13 adalah prasasti-prasasti tentang kerajaan Sriwijaya).
16. Prasasti Dinoyo (760 M) dekat Malang, tentang kerajaan yang berpusat di Kanjuruhan.
17. Prasasti Canggal (732 M) dekat Magelang, tentang Kerajaan Mataram Hindu dengan Raja Sanjaya.
18. Prasasti Kalasan (778 M) dekat Yogyakarta, tentang Kerajaan Mataram Hindu dengan Raja Rakai Panangkaran.
19. Prasasti Kedu (907 M), dari Raja Blitung, Kerajaan Mataram Hindu.
C. Candi – Candi
1. Candi Muara Tikus : di Jambi.
2. Candi Gunung Wukir : di Magelang, Jawa Tengah.
3. Candi Kalasan : di Yogyakarta.
4. Candi Condong songo : di Semarang, Jawa Tengah
5. Candi Mendut : di Magelang, Jawa Tengah
6. Candi &borobudur : di Magelang, Jawa Tengah
7. Candi Sewu : di Magelang, Jawa Tengah.
8. Candi Pawon : di Magelang. Jawa Tengah
9. Candi Sari : di Magelang, Jawa Tengah.
10. Candi Ngawen : di Magelang, Jawa Tengah
11. Candi Dieng : di Jawa Tengah.
12. Candi Prambanan : di Klaten, Jawa Tengah
13. Candi Padas : di Tampak Siring, Bali.
14. Candi Kidal : di Malang, Jawa Timur.
15. Candi Singosari : di Malang, Jawa Timur.
16. Candi Jago : di Malang, Jawa Timur.
17. Candi Sumberjati : di Blitar, Jawa Timur.
18. Candi Penataran : di Blitar, Jawa Timur.
19. Candi Sawentar : di Blitar. Jawa Timur.
20. Candi Surawana: di Pare, Jawa Timur.
21. Candi Tigawangi : di Pare. Jawa Timur.
22. Candi Bajangratu : di Mojokerto, Jawa Timur.
23. Candi Tikus : di Mojokerto, Jawa Timur.
24. Candi Waringin Lawang : di Mojokerto, Jawa Timur
25. Candi Cangkuwang : di Jawa Barat.
26. Candi Berahu : di Mojokerto, Jawa Timur.
27. Candi Jabung : di Kraksan, Jawa Timur.
28. Candi Raja Jongrang : di Klaten, Jawa Tengah.
29. Candi Ijo : di Kalimantan Selatan
D. Arca – Arca
1. Arca Buddha : di Candi Mendut.
2. Arca Rara Junggrang : di Candi Prambanan.
3. Arca Ken Dedes : di Candi Singasari.
4. Arca Airlangga: di Candi Belahan.
5. Arca Kertajasa : sebagai Harihara.
6. ArcaTribhuwana : di Candi Arimbi.
7. Arca Suhita : dari Kerajaan Majapahit.
8. Arc Gajah Mada : dari Kerajaan Majapahit.
9. Arca Ken. Arok : dari Kerajaan Singasari.
10. Arca Kartanegara : dari kerajaan singasari
E. Keraton / Istana Raja
1. Keraton Susuhunan, di Surakarta.
2. Keraton Mangkunegaran, diSurakarta.
3. Keraton Kasultanan, di Yogyakarta.
4. Keraton Paku Alam, di Yogyakarta.
5. Keraton Kasepuhan, di Cirebon.
6. Kanoman, di Cirebon.
7. Karaton Maimun, di Medan.
8. Istana Raja Goa, di Sulawesi Selatan.
9. Istana Raja Khungkung, di Bali.
F. Bangunan Mesjid
1. Mesjid Raya, di Aceh, Daerah Istimewa Aceh.
2. Mesjid Demak, di Demak, Jawa Tengah.
3. Mesjid Banten, Jawa Barat.
4. Mesjid Katangka, di Katangka, Sulawesi selatan.
5. Mesjid Azisi, di langkakt. Sumatra Utara.
6. Mesjid Sunan Ampel, di Surabaya, Jawa timur.
7. Mesjid Sunan Giri, di Gresik Jawa Timur.
8. Mesjid Istiqlal, di Jakarta.
G. Makam-Makam Peninggalan Sejarah.
1. Makam Raja – raja demak Demak, di Demak, Jawa Tengah.
2. Makam Raja – raja Mataram. di Imogiri.
3. Makam Raja – raja Mangkunegara, – di istana Giri Tengah.
4. Makam Maulana Malik Ibrahim, di Gresik, Jawa timur.
5. Makam Sunan Giri, di Gresik, Jawa Timur.
6. Makam Sunan Ampel, di Surabaya Jawa Timur.
7. Makam Raja – raja Banten, di Banten. Jawa Barat.
8. Makam Sunan Gunung J ati, di Cirebon.
9. Makam Sunan Kalijaga, di Kadilangi Demak, Jawa Tengah.
10. Makam Raja – raja Bugis, di Watang Lamuru. Katangga, Sulawesi Selatan.
11. Makam Raja – raja Goa. di Katangga, Sulawesi Selatan.
12. Makam Malikus Saleh, di Aceh, Daerah Istimewa Aceh.
H. Benteng – Benteng Bersejarah
1. Benteng, Inang Bale : di Aceh, Daerah Istimewa Aceh.
2. Benteng, Bonjol : di Bonjol Sumatra Barat
3. Benteng Duurstede : di Saparua, Maluku.
4. Benteng Surason : di Banten, JawaBarat.
5. Benteng Jagaraga : di Bali
6. Benteng Kastilia : di Saparua Maluku
7. Benteng Marlbouegh : di Bangkulu
8. Benteng Sombaupu : di Sulawesi Selatan








BENTUK - BENTUK PENINGGALAN SEJARAH DI INDONESIA

Kita bisa mengetahui kehidupan masa lalu manusia melalui peninggalan-peningalan sejarah     yang ditemukan. Secara lebih rinci, pembagian bentuk-bentuk peninggalan sejarah di Indonesia adalah sebagai berikut :

1.  Tulisan                                                                                                                                                 
Peninggalan sejarah yang temasuk dalah kataggori tulusan adalah sebagaai berikut : 
a.Prasasti
Prasasti adalah peninggalan sejarah yang berupa tulisan atau gambar pada batu. Sehingga prasasti disebut juga batu tulis. Prasasti berisi tentang suatu peristiwa penting yang dialami oleh suatu kerajaan atau seorang raja. Beberapa prasasti yang ditemukan menggunakan huruf pallawa dengan Bahasa Sanskerta.Prasasti tertua di indonesia adalah Prasasti Yupa di Kalimantan Timur sekitar tahun 500 M. Prasasti yang lain antara lain Prasasti Telaga Batu dari Palembang, Prasasti Sriwijaya dari Sumatera, Prasasti Ciaruteun di Jawa Barat peninggalan kerajaan Taruma Negara.





b. Naskah kuno

                                                                                                 Naskah kuno merupakan dokumen-dokumen penting yang berisi informasi di jaman dulu. Naskah kuno juga dapat berupa karya sastra seperti syair, hikayat, legenda dan kitab-kitab. Contoh naskah kuno adalah Kitab Sutasoma dan Negara-kertagama dari Kerajaan Majapahit dan Kitab Tajussalatina dari kerajaan Melayu.




2.  Bangunan                                                                                                                                         
Bentuk peninggalan sejarah berupa bangunan adalah sebagai berikut :


a. Candi  
Candi merupakan bangunan yang terbuat dari batu yang kebanyakan digunakan untuk beribadah bagi pemeluk agama Hindu dan Budha. Kata candi berasal dari nama salah satu Dewa Durga (Dewa Maut) yaitu Candika. Candi merupakan peninggalan kerajaan Hindu dan Budha. Pada dinding candi biasanya terdapat ukiran yang disebut relief. Bangunan candi sebagian besar berada di Jawa. Contoh candi adalah Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Kalasan di Jawa Tengah. Contoh lainnya adalah Candi Portibi di Sumatera Utara. Candi Borobudur adalah candi terbesar di Dunia yang merupakan salah satu keajaiban dunia.

b. Benteng

Benteng adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat pertahanan terhadap serangan musuh. Benteng merupakan peninggalan jaman penjajahan. Benteng dibangun oleh bangsa penjajah maupun oleh kerajaankerajaan di Nusantara. Contoh Benteng adalah Benteng Marlborough (Bengkulu), Benteng Fort De Kock (Bukittinggi) dan Benteng Keraton di Yogyakarta.




c. Masjid


Masjid adalah tempat ibadah umat Islam. Masjid mulai dikenal pada saat ajaran Islam masuk ke Indonesia. Adanya Masjid-masjid peninggalan sejarah membuktikan pengaruh Islam sudah ada sejak dulu. Contoh masjid yang merupakan peninggalan
sejarah adalah Masjid Raya Baitussalam di Aceh, Masjid Raya Banten, dan Masjid Agung Demak

d. Istana atau Keraton
Istana atau Keraton adalah tempat tinggal raja. Pada zaman dahulu, wilayah Indonesia terdapat banyak kerajaan. Sehingga peninggalan istana atau keraton masih ada. Contoh istana atau keraton antara lain Istana Maemun Medan, Istana Negara di Jakarta, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Jawa Tengah dan Keraton Yogyakarta
Selain bangunan-bangunan di atas masih ada bangunan-bangunan lain yang merupakan peninggalan bersejarah seperti Gedung Sate di Bandung, Gereja Blenduk di Semarang, Makam raja-raja dan makam Walisongo.



3. Benda-benda
Peninggalan sejarah yang berupa benda atau barang antara lain:
a. Fosil
Fosil adalah bagian atau sisa mahkluk hidup yang sudah membatu. Fosil merupakan sisa makhluk hidup yang mati berjuta-juta tahun yang lalu. Fosil dapat berupa tengkorak atau tulang belulang. Di wilayah Indonesia cukup banyak ditemukan fosil. Di antaranya di Mojokerto, Jawa Timur dan di Sangiran, Jawa Tengah

b. Artefak
Artefak adalah perkakas atau peralatan yang digunakan oleh manusia zaman dahulu. Artefak dapat berupa alat-alat pertanian, peralatan makan dan memasak, senjata, serta perhiasan. Artepak ada yang terbuat dari batu, ada juga yang terbuat dari logam.





c. Patung
Patung biasanya terbuat dari batu. Pada zaman dulu orang membuat patung untuk mengenang orang penting yang sudah meninggal. Ada pula patung yang merupakan perwujudan dari para dewa di ajaran Hindu-Budha. Contoh patung adalah Patung Ken Dedes atau Prajna Paramita, Patung Roro Jonggrang di Candi Prambanan, dan Patung Dewa Syiwa.


4. Karya Seni Lain
Yang dimaksud karya seni lain di sini adalah karya seni yang tidak bersifat kebendaan. Yakni karya seni yang hidup atau menjadi tradisi di masyarakat. Contohnya antara lain sebagai berikut:
a. Tarian tradisional
Tarian tradisional merupakan tarian peninggalan zaman dulu yang sampai sekarang masih ada. Zaman dulu tarian sering ditampilkan saat upacara adat, menyambut tamu, dan sebagai hiburan. Contoh tarian tradisional antara lain Tari Gambyong dari Jawa Tengah dan Tari Seudati dari Aceh.

b. Dongeng atau cerita rakyat
Dongeng atau cerita rakyat merupakan cerita yang disampaikan secara turun-temurun. Cerita rakyat tidak jelas siapa pengarangnya. Cerita rakyat ada yang merupakan kisah nyata namun ada pula yang hanya karangan manusia. Contohnya adalah Malinkundang dari Sumatera Barat dan Tangkuban Perahu dari Jawa Barat. Cerita rakyat ini mengandung hikmah atau pelajaran yang dapat diambil oleh masyarakat.

c. Lagu atau tembang daerah
Lagu atau tembang daerah juga merupakan peninggalan sejarah. Contohnya antara lain Lagu Lir-ilir dari Jawa Tengah dan Lagu Gending Sriwijaya dari Sumatera.

d. Seni pertunjukan
Seni pertunjukan di Indonesia cukup banyak. Antara lain Wayang Kulit dari Jawa Tengah dan Yogyakarta, Ogoh-ogoh dari Bali dan Wayang Golek dari Jawa Barat

5. Adat Istiadat
Adat istiadat berhubungan dengan kepercayaan masyarakat. Adat istiadat merupakan tradisi kepercayaan yang dilakukan suatu masyarakat secara turun temurun. Yang termasuk adat istiadat adalah upacara adat. Contohnya antara lain Upacara Pembakaran Mayat (Ngaben) di Bali, Upacara Sedekah Laut di Yogyakarta, dan Upacara Lompat Batu di Pulau Nias.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar